Kamis, 25 Februari 2010


tak terasa detik demi detik pun berputar,hari demi hari pun berganti..
tiba saatnya yang kita tungggu,perjuangaan yang menjadi momok bagi semua orang,UN akan tiba..
marilah kita persiapkan diri untuk menghadapi Un ini dengan penuh semangat dan hati yang berkobar-kobar,semoga kita semua bisa menghadapinya dengan baik...
tak terasa juga kita semua akan berpisah...menurut pepatah kalau ada pertemuan pasti ada perpisahan,air mata kesedihan tak terbentuk bila kita menghadapi perpisahan ini,dimana kita akan berpisah dengan teman-teman kita untuk menggapai cita-cita yang kita semua inginkan,sudah tiga tahun kita bersama dibawah atap SMANSA,banyak keluh kesah yang kita rasakan bsama-sama,baik duka maupun suka...
memang benar kata orang kalau masa SMA adalah masa yang sangat bahagia,bentar lagi kita semua akan berpisah,tak ada lagi canda n tawa diantara kita,tiada lagi nasihat-nasihat guru yang kita dengarkan..
ya allah smoga kami semua bisa menghadapi UN ini dengan baik dan juga kami semua lulus 100%...amiennnnnn
dan juga kami semua dari hati yang paling dalam memohon maaf kepada dewan guru yang mungkin selama ini kami selalu membuat kesal ataupun melukai hati dewan guru semua,maka dari itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan juga kami mohon do'anya untuk menghadapi UN ini.......thanks all

Sabtu, 13 Februari 2010



alhamdulilah smansayank telah banyak mengukir prestasi,tropi disamping hanya sebagiannya saja.
smansa kepahiang memang salah satu sekolah yang berprestasi,banyak lomba-lomba yang diikuti,bahkan smansa kepahiang bisa membawa nama provinsi bengkulu ke tingkat nasional dalam LCC kewarganegaraan.
ini suatu kebangggaan tersendiri bagi kami,ternya sekolah ini tidak kalah dengan sekolah-sekolah lain yang ada di provinsi bengkulu.
semoga saja kedepannya SMA ini selalu exist n sukses.dan juga kami bangga dengan kepala sekolahnya dan tak juga guru-gurunya...
SMAN one Kepahiang sukses selalu......!!!!!!!!!!!!!!!!!!


  • SEJARAH SINGKAT KABUPATEN KEPAHIANG
Kota Kepahiang sejak zaman penjajahan Belanda dikenal sebagai ibukota Kabupaten Rejang Lebong yang pada waktu itu disebut afdeling Rejang Lebong dengan ibu kotanya Kepahiang. Pada zaman pendudukan Jepang selama tiga setengah tahun, Kepahiang tetap merupakan pusat pemerintah Kabupaten Rejang Lebong.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 18 Agustus 1945 sampai dengan tahun 1948, Kepahiang tetap menjadi ibukota Kabupaten Rejang Lebong dan menjadi ibukota perjuangan karena mulai dari pemerintahan sipil dan seluruh kekuatan perjuangan terdiri dari Laskar Rakyat, Badan Perlawanan Rakyat (BTRI dan TKR sebagai cikal bakal TNI juga berpusat di Kepahiang.
Pada tahun 1948 terjadi aksi Militer Belanda ke II, maka untuk mengantisipasi gerakan penyerbuan tentara Belanda ke pusat pemerintah dan pusat perlawanan ini, seluruh fasilitas yang ada terdiri dari ; Kantor Bupati, Gedung Daerah, Kantor Polisi, Kantor Pos dan Telepon, penjara serta jembatan yang akan menghubungkan Kota Kepahiang dengan tempat lainnya semua dibumihanguskan.

Tahun 1949 Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berada dalam pengasingan di hutan dan waktu penyerahan kedaulatan dari Pemerintah Belanda ke Republik Indonesia yang dikenal dengan istilah kembali ke Kota, maka Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tidak dapat kembali ke Kota Kepahiang karena seluruh fasilitas telah dibumihanguskan maka seluruh staf Pemerintah menumpang di Kota Curup yang masih ada bangunan Pesanggrahan di tempat Gedung Olahraga Curup sekarang.
Tahun 1956, Curup ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten Rejang Lebong berdasarkan Undang-Undang dan sejak itu pula Kepahiang menjadi ibukota Kecamatan.sehingga hilanglah Mahkota Kabupaten dari Kota Kepahiang.
Para tokoh masyarakat Kepahiang pernah memperjuangkan Kepahiang menjadi ibukota Propinsi dan Kota Administratif (Kotif) tapi tidak berhasil, Dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, maka terbukalah peluang bagi Kepahiang untuk menjadi Kabupaten kembali. Sejak Januari 2000 oleh para tokoh dan segenap komponen masyarakat Kepahiang baik yang berada di Kepahiang maupun yang berada diluar daerah, baik yang berada di Curup, Bengkulu, Jakarta, Bandung dan kota-kota lainnya bersepakat untuk mengembalikan mahkota Kepahiang sebagai Kabupaten kembali Sebagai realisasi dari kesepakatan bersama para tokoh masyarakat Kepahiang, maka dibentuk Badan Perjuangan dengan nama Panitia Persiapan Kabupaten Kepahiang (PPKK).
Sebagai tindaklanjut dari Badan Perjuangan tersebut maka secara resmi Panitia Persiapan Kabupaten Kepahiang (PPKK) telah menyampaikan proposal pemekaran Kabupaten Kepahiang kepada ; Bupati Kepala Daerah Rejang Lebong, DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Gubernur Bengkulu, DPRD Propinsi Bengkulu dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia di Jakarta.
Merebut kembali Mahkota Kepahiang ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan demikian kata pepatah, walaupun untuk Propinsi Bengkulu, Kepahiang merupakan daerah yang pertama memperjuangkan pemekaran tetapi terakhir mendapat pengesahan karena Kabupaten Induk (Rejang Lebong) tidak mau melepas Kepahiang ini karena Kepahiang merupakan daerah yang paling potensial di Rejang Lebong.
Akhirnya dengan kesungguhan dan keikhlasan para pejuang Kabupaten Kepahiang, maka Mahkota Kepahiang yang hilang dapat direbut kembali bagai pinang pulang ketampuknya pada tanggal 7 Januari 2004 yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri di Jakarta berdasarkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Lebong dan Kabupaten Kepahiang di Propinsi Bengkulu.
Kepala Daerah Pertama untuk Kabupaten Kepahiang ditetapkan berdasarkan Keputusan Mendagri Nomor : 131.28-8 Tahun 2004 tanggal 6 Januari 2004 tentang Pengangkatan Penjabat Bupati Kepahiang Propinsi Bengkulu, dan telah dilantik oleh Gubernur Bengkulu atas nama Menteri Dalam Negeri pada tanggal 14 Januari 2004, Ir. Hidayattullah Sjahid, MM.
Sampai dengan saat ini Kabupaten Kepahiang telah dipimpin oleh 3 orang Kepala Daerah, yaitu :
  1. Ir. Hidayatullah Sjahid, MM, periode 14 Januari 2004 s/d 29 April 2005, sebagai Penjabat Bupati Kepahiang (Caretaker).
  2. Drs. Husni Hasanuddin, periode 30 April 2005 s/d 6 Agustus 2005, sebagai Penjabat Bupati Kepahiang (Caretaker).
  3. Drs. H. Bando Amin C, Kader. MM, periode 6 Agustus 2005 s/d 6 Agustus 2010, sebagai Bupati Kepahiang Defenitif berdasarkan Hasil Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kepahiang Tahun 2005.


agil_alvian@ipa3.com